Ketapang, 8 Juli 2026 – Menjelang peringatan hari kewafatan “Dr. H. Hamzah Haz”, bangsa kembali diingatkan pada sosok putra terbaik Kalimantan Barat yang pernah mengemban amanah sebagai “Wakil Presiden Republik Indonesia ke-9”. Bagi masyarakat Ketapang, nama Hamzah Haz bukan sekadar catatan sejarah. Beliau adalah bukti nyata bahwa anak Borneo mampu menembus pusat kekuasaan nasional dan membawa nama daerah ke panggung Republik.
Momentum refleksi ini digelorakan oleh Muhammad Jimi Rizaldi, A.Md.,S.ST., M.T., MCE., CPLA. Akademisi muda, putra asli Ketapang, dan aktivis yang aktif mengawal isu kepemudaan dan pembangunan daerah.
Bagi Jimi, mengenang Hamzah Haz bukan untuk nostalgia. Ini adalah panggilan untuk *”menyalakan kembali api semangat” generasi penerus.
“Generasi muda hari ini tidak boleh terkena ‘amnesia sejarah’. Kita wajib tahu, dari tanah bertuah Ketapang inilah lahir seorang negarawan yang gagasannya pernah mewarnai kebijakan nasional. Jika beliau bisa, maka kita juga bisa,” tegas Jimi.
3 WARISAN NILAI HAMZAH HAZ UNTUK PEMUDA KALBAR
Melalui refleksi ini, Jimi mengajak seluruh elemen pemuda Kalimantan Barat untuk memetik 3 nilai utama dari perjalanan Hamzah Haz:
1. PATAHKAN BATAS GEOGRAFIS
Hamzah Haz membuktikan, lahir di pelosok bukan takdir untuk tertinggal. Dengan kerja keras, intelektualitas, dan keberanian, keterbatasan fasilitas bisa dikalahkan. “Daerah bukan alasan untuk tidak bermimpi besar. Daerah adalah titik awal untuk mengabdi ke Indonesia,” ujar Jimi.
2. BANGUN INTEGRITAS DARI ORGANISASI
Karier Hamzah Haz dirintis dari bawah: jurnalis, aktivis PMII, hingga memimpin partai politik. Ini adalah kurikulum kepemimpinan terbaik. “Proses tidak bisa di shortcut. Konsistensi, ilmu, dan pengabdian di organisasi adalah sekolah sejati para pemimpin,” tegasnya.
3. NYALAKAN SEMANGAT PEMBANGUNAN DAERAH
Mengenal tokoh bangsa harus berujung pada aksi. Pemuda Kalbar hari ini harus punya determinasi yang sama untuk mengawal pembangunan, menjaga SDA, dan memastikan anak-anak Borneo punya peran strategis di tingkat nasional. “Jangan hanya bangga jadi penonton. Saatnya kita jadi pemain,” pungkas Jimi.
“TUBUH BERISTIRAHAT, SEMANGAT TETAP MENYALA”
Jimi menegaskan, jasad Hamzah Haz boleh beristirahat di Cisarua. Namun warisan pemikiran, keteladanan, dan semangat pengabdiannya wajib hidup di dalam dada setiap pemuda Kalimantan Barat.
“Mari kita jadikan peringatan ini sebagai titik tolak. Dari Ketapang, kita buktikan bahwa pemuda Kalbar siap membangun bangsa. Dari Borneo untuk Indonesia!” tutup Jimi.
Red.
MUHAMMAD JIMI RIZALDI,A.Md., S.ST., M.T., MCE., CPLA.
( Sek. DPK Lidik Krimsus RI Ketapang)
